< Works

Jokowi Belajar Bahasa Sunda

Bandung’s creative communities have a positive way to celebrate people’s democracy. A group of the young generation initiates a short video about Jokowi, one of the Indonesian presidential candidate number 2. 

 

In the midst of hectic campaign schedules, Jokowi gave his time to shoot the video produced by Sembilan Matahari. The video tells a story of a time when Jokowi is in Bandung, meeting with inspirational figures, which in this case, Kabayan, who was performed by a renowned artist Tisna Sanjaya. 

 

At Tatar Pasundan, Jokowi wants to warmly greet the citizens of west Java in Sundanese, taught by the infamous Kabayan. 

 

Jokowi’s willingness to be closer with the citizens shows his humility and ability to adapt. Adi Panuntun, the creative director, aimed to inspire the citizens and prioritize positive aspirations in the realm of politics in order to celebrate our democracy.

 

-

 

Komunitas kreatif di Bandung punya cara yang positif untuk meramaikan pesta demokrasi. Sekumpulan anak muda kreatif berinisiatif membuat video pendek tentang sosok Jokowi. Video tersebut langsung dibintangi oleh capres nomor dua tersebut.

 

Di sela jadwal kampanye yang padat. Jokowi menyempatkan waktu untuk melakukan syuting video yang diproduksi oleh Sembilan Matahari. Creative Head Sembilan Matahari, Adi Panuntun, di Balroom Holiday Inn, Bandung, menjelaskan bahwa saat Jokowi berada di Kota Bandung, beliau bertemu tokoh-tokoh inspiratif. Salah satunya Kabayan yang diperankan oleh seniman Bandung Tisna Sanjaya.

 

Saat berada di Tatar Pasundan, Jokowi ingin menyapa masyarakat Jabar dengan bahasa Sunda agar lebih terasa dekat dengan masyarakat.

 

Adanya keinginan untuk merasa lebih dekat dengan masyarakat Jawa Barat itu menunjukan bahwa Jokowi itu rendah hati dan bisa beradaptasi. Adi juga berharap melalui video ini, kita bisa bersinergi dengan dunia politik, bisa lebih menginspirasi dan mengedepankan aspirasi positif yang menyejukkan sekaligus meramaikan pesta demokrasi ini.